Pemerintah Kabupaten Lamongan City Branding Lamongan Megilanlamongankab.go.id
DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK DAN KELUARGA BERENCANA
Berita

SOSIALISASI CEPAK, KESEHATAN REPRODUKSI DAN PENDIDIKAN SEBAYA DI SSK

Senin, 13 Juli 2026 3 dilihat
SOSIALISASI CEPAK, KESEHATAN REPRODUKSI DAN PENDIDIKAN SEBAYA DI SSK

Suasana riuh rendah penuh semangat menyelimuti lingkungan MTS darul ulum daliwangun kecamatan sugio pagi ini. Memasuki tahun ajaran baru, ada pemandangan yang berbeda dan menyentuh hati di gerbang sekolah. Puluhan siswa baru tampak melangkah mantap didampingi oleh sosok yang istimewa. Hari ini, Gerakan Mengantar Anak Sekolah Pertama Bersama Ayah sukses dilaksanakan. Kehadiran para ayah yang meluangkan waktu di tengah kesibukan bukan sekadar bentuk pengantaran fisik, melainkan simbol hadirnya dukungan psikologis, proteksi, dan keterlibatan aktif orang tua laki-laki dalam fase krusial tumbuh kembang remaja mereka. Setibanya di sekolah, rangkaian kegiatan langsung berlanjut ke aula utama mengikuti kegiatan MPLS dan beberapa siswa-siswi sebanyak 25 orang berkumpul untuk mengikuti Penyuluhan Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Pencegahan Perkawinan Anak. Memasuki usia remaja (SMP), anak-anak berada pada masa transisi pubertas yang rentan terhadap disinformasi. ​Melalui penyuluhan ini, para siswa diberikan edukasi yang komprehensif namun ringan mengenai pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, memahami perubahan fisik dan emosional, serta konsekuensi biologis maupun sosial dari pergaulan bebas. Materi ini secara khusus dikerucutkan pada gerakan Mencegah Perkawinan Anak. Para siswa diajak berdiskusi interaktif mengenai risiko besar di balik pernikahan dini—mulai dari kesiapan mental yang belum matang, risiko kesehatan reproduksi (seperti stunting pada anak yang dilahirkan kelak), hingga terputusanya akses pendidikan formal. Selain itu disampaikan juga fenomena fatherless. Sebagai calon ayah para siswa siberikan materi terkait GATI-SEBAYA perwakilan siswa yang telah dilatih berperan aktif sebagai peer-educator dan agen perubahan. Mereka menjadi jembatan informasi yang efektif, merangkul teman-temannya yang membutuhkan ruang aman untuk berkonsultasi mengenai kesehatan reproduksi, tekanan pergaulan, maupun edukasi untuk berani menolak ajakan pernikahan di usia dini. GATI memastikan bahwa semangat pencegahan ini hidup dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah.
Kegiatan hari ini menciptakan sebuah ekosistem perlindungan anak yang utuh. Gerakan Mengantar Anak Bersama Ayah di awal hari memperkuat fondasi ketahanan keluarga dan kedekatan emosional, sehingga anak merasa dihargai dan memiliki benteng moral yang kuat dari rumah. Sementara itu, Penyuluhan Kespro dan Cegah Perkawinan Anak membekali mereka dengan pengetahuan (literasi) yang memadai. Terakhir, Gerakan GATI hadir sebagai support system lingkungan sosial yang positif di sekolah.
​Melalui sinergi lintas program ini, diharapkan siswa-siswi SMP tidak hanya tumbuh menjadi remaja yang cerdas secara akademik, namun juga sehat secara reproduksi, matang secara emosional, dan mampu merencanakan masa depan mereka dengan matang demi menyongsong generasi emas yang bebas dari pernikahan anak.

Bagikan:
Baca Juga

Artikel Terkait